![]() |
|
|
![]() |
|
|
![]() Data statistik teh sangat diperlukan dalam rangka menyusun kebijaksanaan pemerintah di subsektor perkebunan jhususnya teh, maupun sebagai bahan penyusunan perencanaan dan evaluasi oleh pengusaha-pengusaha teh terutama pihak ATI serta berbagai pihak lain yang membutuhkan. Untuk dapat memperoleh data statistik yang lengkap dan akurat dengan pemperhatikan kepentingan berbagai konsumen data (user), diperlukan penyusunan publikasi statistik teh secara rutin agar perencanaan dan evaluasi dapat dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) antara Biro Pusat Statistik (BPS) dan ATI nomor. 0514.0273/nomor 01/KS/ATI/96 tertanggal 18 September 1996, tentang Pembuatan Publikasi Tahunan Profil Perkebunan dan Industri Teh Indonesia. Produk SKB antara BPS dan AI diawali dengan diterbitkannya buku publikasi Direktori Perkebunan dan Industri Teh tahun 1996 pada bulan Juni 1997. Namun, pada tahun-tahun berikutnya yaitu 1998, 1999 dan 200, BPS dan ATI belum menyajikan publikasi statistik teh secara berkala tiap tahun. Mulai Februari 2000 BPS secara rutin menyampaikan data teh INdonesia ke International Tea Commite baik untuk Monthly Tea Statistic atau Annual Tea Statistics - ITC. Berdasarkan hasil pertemuan kelompok kerja statistik teh setiap 6 bulan melakukan evaluasi data statistik teh Indoneia dan pertemuan terakhir bertempat di Kantor Pemasaran Bersama (KBP) PTPN Jakarta pada tanggal 18 September 2000 dan 16 Agustus 2000 di PPTK Gambung, telah disepakati bahwa BPS dan ATI merencanakan untuk membuat buku publikasi Statistik Teh Indonesia 2001 dengan biaya diperkirakan Rp. 33.500.000. Pada rapat tersebut, juga telah dibahas tentang outline publikasi oleh tim yang terdiri dari wakil-wakil BPS, Ditjenbun, PPTK, dan KPB-PTPN Pembuatan publikasi Statistik Teh Indoneseia 2001 bertujuan untuk menyajikan data statistik teh yang komprehensip dan akurat diharapkan dapat memberikan gambaran tentang perkembangan produksi dan areal perkebunan, perkembangan produksi teh jadi, perkembangan perdangangan luar negeri teh (ekspor impor), perkembangan konsumsi teh dalam negeri dan harga, perkembangan pangsa pasar ekspor teh Indonesia dan produsen teh utama dunia serta indikator-indikator lain. Dengan memperlihatkan kepentingan konsumen data, penyajian publikasi "Statistik Teh Plus" ini disamping disajikan dalam bentuk tabel-tabel rinci, juga disajikan dengan ulasan ringkas berupa analis deskriptif yang dilengkapi dengan gambar-gambar/grafik. Data yang disajikan diperoleh dari berbagai sumber, antara lain: Biro Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jendral Bona Produksi Perkebunan; Kantor Pemasaran Bersama (KBP) PTPN, Bank Indonesia dan sumber lainnya seperti Buletin Statistik Teh Tahunan International Tea Comittee (ITC). Pengilahan dan analisis data serta penyusunan draf publikasi dilakukan sepenuhnya oleh Bagian Statistik perkebunan dan Kehutanan BPS. |
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||